Apakah Oli Sintetik Itu?

Oli sintetik merupakan sebuah pelumas yang terbentuk dari senyawa kimia yang dibuat secara artifisial (buatan). Pelumas buatan dapat diproduksi dengan menggunakan komponen minyak bumi yang dimodifikasi secara kimia alih-alih terbuat dari minyak mentah yang seutuhnya.

Oli sintetik digunakan sebagai pengganti pelumas olahan dari minyak bumi saat bekerja di temperatur yang ekstrem, karena pada umumnya, oli sintetik memberikan sifat kimia dan mekanik yang unggul dibandingkan dengan oli mineral tradisional. Sebagai contoh penggunaan oli sintetik pada mesin-mesin mobil balap dan mesin-mesin pesawat jet karena mesin-mesin tersebut bekerja pada temperatur yang ekstrem. Berbeda dangan mesin-mesin yang tidak bekerja dalam temperatur yang ekstrem seperti mesin-mesin piston.

Dalam sejarahnya, oli sintetik untuk mesin muncul pertama kali pada mesin pesawat terbang dalam Perang Dunia II, secara bersamaan muncul di Amerika Serikat dan di Jerman. Karena pada musim dingin oli sintetik membuat penyalaan mesin lebih mudah dan secara signifikan mengurangi endapan jelaga di dalam radiator oli, maka Angkatan Udara Amerika Serikat menerapkan Polipropilen Glikol Monobutileter (poliglikol) mulai pada bulan Maret 1944.

Pada awal tahun 1960-an, Chevron Amerika Serikat mengintegrasikan penggunaan komersial pertama teknologi hidrokraking (hydrocracking technology) di perusahaan kilang minyaknya di Richmond, Kalifornia. Dalam bidang perminyakan maupun kimia, hidrokraking sendiri berasal dari kata hidrogen (gas) dan kraking (pemecahan), dengan demikian hidrokraking adalah sebuah proses pemecahan (cracking) katalis yang dibantu dengan adanya peningkatan tekanan parsial gas hidrogen. Dengan memperkenalkan teknologi Isodewaxing pelumas pada tahun 1993, Chevron menjadi salah satu produsen pelumas/oli dasar (base oil) American Petroleum Institute / API (kategori II dan III ) terbesar di dunia. Dan sejak tahun 2005, Chevron mulai beroperasi di Indonesia setelah mengambil alih perusahaan Caltex Pacific Indonesia yang diubahnya menjadi Chevron Pacific Indonesia.

Dari jenisnya, terdapat 3 kelas oli sintetik, yaitu: Poliolefin, oli dasar API Kelompok IV; Ester Sintetik, oli dasar API Kelompok V; Hidrokrak/Hidroisomer, oli dasar API Kelompok III. Chevron, Shell, dan perusahaan petrokimia lainnya mengembangkan proses yang melibatkan konversi katalitik dari cadangan pasokan minyak dalam tekanan gas hidrogen sehingga menjadi mineral oli pelumas berkualitas tinggi. Pada tahun 2005, produksi cadangan dasar GTL (gas to liquid – gas ke cair) Kelompok III dimulai, dimana yang bekerja terbaik dari produk tersebut mirip dengan polialfaolefin. Cadangan dasar Kelompok III dipertimbangkan sebagai oli motor hanya di Amerika Serikat; di daerah lain tidak diperkenankan untuk dipasarkan sebagai oli “sintetik”. Untuk kategori API oli sentetik selenggapnya dapat diunduh di 2009 Engine Guide(© seofreedom)

This entry was posted in Ragam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>