Indonesia tanah air beta,
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa…….
Demikianlah salah satu bagian dari lirik lagu “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki yang pernah kita dengar. Belum pernah dengar? Sangat memalukan jika seseorang yang mengaku berbangsa Indonesia namun tidak pernah mendengar lagu ini. Dan akan juga memalukan lagi jika tidak mengetahui etimologi dari kata “Indonesia”.
Etimologi dari kata “Indonesia”? apakah itu? Etimologi sendiri adalah salah satu cabang ilmu bahasa atau linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata, bagaimana mereka terbentuk dan berubah makna dalam beberapa waktu. Kata “etimologi” sendiri berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu etumologí; dari étumon, yang berarti “arti sebenarnya”, dan logía, yang berarti “mempelajari”; berasal dari lógos, yang berarti “kata-kata, deskripsi, alasan”. Jadi, etimologi dari kata “Indonesia” adalah mempelajari asal-usul dari kata “Indonesia”.
Secara singkat, kata “Indonesia” berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti “pulau”. Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk “Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu”. Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).
Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau di tahun 1913.(sbr: wikipedia)
Dari uraian di atas ternyata kata “Indonesia” memiliki sejarah yang panjang yang lebih panjang dari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu sendiri. Kini kata atau nama “Indonesia” sering digunakan untuk memberikan identitas pada sesuatu sebagai hak milik, hasil produksi ataupun merek dagang dari bangsa Indonesia. Sebagai contoh: batik Indonesia, sumber daya Indonesia, TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia, pariwisata Indonesia, dan sebagainya.(© seofreedom)